oleh drs. Sigit Purwanto. MM
Melepaskan Cinta
Unknown
06.29
Pada saat kita melepaskan seorang yang kita cintai tidak berarti kita harus melupakannya, melalaikannya namun ada satu pelajaran bahwa kita telah memahami sesuatu! Segala sesuatu baik pada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan…!
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS.94:1-8)
Ini yang biasanya sulit dilakukan oleh mereka terhadap orang yang mereka sayangi. Kita dibutakan oleh perasaan kita sendiri hingga tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Padahal kita tau kalau orang itu harus dilepaskan, tapi perasaan ini seakan mencegah kita untuk melakukannya terimalah kenyataan, bahwa kita memang harus melepaskannya meskipun kita menyayangi dia.
Cinta mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan dari proses itu aku belajar ikhlas, aku belajar bijak dan ada satu poin bagi ku dengan melepaskan dia yang aku cintai, aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap manusia akan merasakan yang namanya mencintai dan dicintai. Namun, manusia tidak akan bisa mengontrol apa yang akan terjadi dikemudian hari karena semua Allah yang atur. Dengan kita menjadi pribadi yang baik kita berharap kelak akan berada di surga bersama dia seseorang yang kita cintai.
"Ya Allah Tuhan Hamba, aku merelakan dia yang aku cintai karena itu memang kehendak Mu jadikankanlah keadaan ini baik bagi hamba dan bagi dia, jadikan hamba adalah hamba Mu yang taat, menjadi pribadi yang baik dan penuh kesabaran. Wahai Tuhan yang maha mengabulkan doa-doa kabulkanlah doa hamba, ampuni dosa-dosa hamba dan bimbinglah hamba untuk selalu ada dijalan Mu dan pertemukanlah hamba dengan dia yang hamba cintai di surga kelak.Amin"
Bagi ku cinta adalah pengorbanan, jangan katakan kamu mencintai dia jika kamu tidak pernah berujuang, menangis dan berdoa untuk kebahagiaanya maka bagi ku pula dengan melepaskannya itu merupakan pengorbanan ku, pengorbanan orang yang mencintai mu.
rahadian
TRADISI (JAWA) MAPATI, NGUPATI, NGAPATI (4-BULAN KEHAMILAN)
Unknown
07.20
Saat janin (embrio) berusia 120 hari (atau 4 bulan) dimulailah kehidupan dengan ruh, dan saat itulah ditentukan bagaimana ia berkehidupan selanjutnya, di dunia sampai di akhirat: “..ditentukan rezekinya, ajalnya, langkah-langkah prilakunya, dan, sebagai orang yang celaka atau orang yang beruntung”.
Maka menyongsong penentuan ini, hendaklah diadakan upacara ngapati (ngupati) yaitu berdoa (sebagai sikap bersyukur, ketundukan dan kepasrahan); mengajukan permohonan kepada Allah agar nanti anak lahir sebagai manusia yang utuh sempurna, yang sehat, yang dianugerahi rezeki yang baik dan lapang, berumur panjang yang penuh dengan nilai-nilai ibadah, beruntung di dunia dan di akhirat. Begitu pula hendaklah bersedekah. Kita ketahui bahwa doa dan sedekah adalah dua kekuatan yang bisa menembus takdir. Adalah indah sekali suatu tradisi yang disebut ngupati atau ngapati (pada bulan keempat) sebagai upacara dengan meminta kepada sejumlah orang untuk berdoa dan mendoakan, juga di sana ada bentuk sedekah. Tetapi sebagai langkah tidak bijak ketika kita mengada-adakan sedekah dalam keadaan tidak berkemampuan. Sedekah yang paling baik adalah ketika kita berkondisi sehat, terdorong kebakhilan dan berharap hidup panjang (yang penuh dengan kebutuhan dan keinginan). Berikut ini doa untuk janin yang dapat dibaca pada saat acara ngapati:
اَللّهُمَّ احْفَظْ مَا فِي بَطْنِ … مِنَ الْجَنِيْنِ وَاجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا مُعَافًى عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيدْاً مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِياًّ سَخِيًّا زَائِرًا اِلَى اْلحَرَمَيْنِ لِاَدَآءِ النُّسُكَيْنِ بِرًّا ِللْوَالِدَيْنِ. اَللَّهُمَّ اَحْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْاَنِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَدِيْث النَّبَوِيِ بِجَاهِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلى اللهُ عَليهِ وَسلَّمَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحَسِّنْ عِبَادَتِكَ. اَللّهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ اْلوِلاَدَةِ وَارْزُقْهُ وَاُمُّهُ وَوَالده السَّلاَمَة وَالسَّعَادَة وَالْعَافِيَةَ وَالسهادة وَحُسْنُ اْلخَاتِمَة. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا “
Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang bersemayam di dalam perut… (disebutkan nama ibu dari janin), hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan hendaklah Engkau menjadikannya sebagai anak yang saleh, yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas, yang pandai, yang beruntung, yang dianugerahi rezeki lapang, yang terbimbing pada prilaku-prilaku baik, yang kaya, yang dermawan, yang berkunjung ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan dua bentuk ibadah (haji dan umrah), dan yang berbakti kepada kedua orangtua. Ya Allah, baguskanlah ia dalam bentuk rupa dan akhlak, dan baguskanlah suaranya untuk membaca al-Qur’an al-Karim dan hadis-hadis Nabi. Demikian (kami berdoa) ya Allah dengan memanjatkan kedudukan Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau rezekikan —padanya, juga kepada ibu/bapaknya-keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan, kesyahidan dan berakhir baik (khusnul- khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kami beristri dan berketurunan yang menyejukkan hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertakwa.” Read more: http://www.sarkub.com/2012/tradisi-ngapati-4-bulan-kehamilan
Maka menyongsong penentuan ini, hendaklah diadakan upacara ngapati (ngupati) yaitu berdoa (sebagai sikap bersyukur, ketundukan dan kepasrahan); mengajukan permohonan kepada Allah agar nanti anak lahir sebagai manusia yang utuh sempurna, yang sehat, yang dianugerahi rezeki yang baik dan lapang, berumur panjang yang penuh dengan nilai-nilai ibadah, beruntung di dunia dan di akhirat. Begitu pula hendaklah bersedekah. Kita ketahui bahwa doa dan sedekah adalah dua kekuatan yang bisa menembus takdir. Adalah indah sekali suatu tradisi yang disebut ngupati atau ngapati (pada bulan keempat) sebagai upacara dengan meminta kepada sejumlah orang untuk berdoa dan mendoakan, juga di sana ada bentuk sedekah. Tetapi sebagai langkah tidak bijak ketika kita mengada-adakan sedekah dalam keadaan tidak berkemampuan. Sedekah yang paling baik adalah ketika kita berkondisi sehat, terdorong kebakhilan dan berharap hidup panjang (yang penuh dengan kebutuhan dan keinginan). Berikut ini doa untuk janin yang dapat dibaca pada saat acara ngapati:
اَللّهُمَّ احْفَظْ مَا فِي بَطْنِ … مِنَ الْجَنِيْنِ وَاجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا مُعَافًى عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيدْاً مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِياًّ سَخِيًّا زَائِرًا اِلَى اْلحَرَمَيْنِ لِاَدَآءِ النُّسُكَيْنِ بِرًّا ِللْوَالِدَيْنِ. اَللَّهُمَّ اَحْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْاَنِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَدِيْث النَّبَوِيِ بِجَاهِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلى اللهُ عَليهِ وَسلَّمَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحَسِّنْ عِبَادَتِكَ. اَللّهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ اْلوِلاَدَةِ وَارْزُقْهُ وَاُمُّهُ وَوَالده السَّلاَمَة وَالسَّعَادَة وَالْعَافِيَةَ وَالسهادة وَحُسْنُ اْلخَاتِمَة. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا “
Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang bersemayam di dalam perut… (disebutkan nama ibu dari janin), hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan hendaklah Engkau menjadikannya sebagai anak yang saleh, yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas, yang pandai, yang beruntung, yang dianugerahi rezeki lapang, yang terbimbing pada prilaku-prilaku baik, yang kaya, yang dermawan, yang berkunjung ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan dua bentuk ibadah (haji dan umrah), dan yang berbakti kepada kedua orangtua. Ya Allah, baguskanlah ia dalam bentuk rupa dan akhlak, dan baguskanlah suaranya untuk membaca al-Qur’an al-Karim dan hadis-hadis Nabi. Demikian (kami berdoa) ya Allah dengan memanjatkan kedudukan Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau rezekikan —padanya, juga kepada ibu/bapaknya-keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan, kesyahidan dan berakhir baik (khusnul- khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kami beristri dan berketurunan yang menyejukkan hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertakwa.” Read more: http://www.sarkub.com/2012/tradisi-ngapati-4-bulan-kehamilan
Langganan:
Postingan (Atom)

